Prajurit TNI AL Berikan Bantuan Pengobatan untuk Warga Korban Gempa di Pulau Terluar Selayar
Prajurit Kesehatan Lantamal VI melakukan pemeriksaan dan pengobatan bagi korban gempa bumi di Kabupaten Kepulauan Selayar. ANTARA

Bagikan:

MAKASSAR - Setelah diguncang gempa bumi 7,4 magnitudo di Laut Flores beberapa waktu lalu, para prajurit kesehatan TNI Angkatan Laut (AL) langsung ambil bagian dalam pengobatan gratis yang dilaksanakan di Pulau Kalaotoa, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Penerangan Lantamal VI Kapten Suparman Sulo di Makassar, Senin 20 Desember, menjelaskanpersonel Diskes Lantamal VI tergabung dalam tim bakti sosial dikerahkan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di Kepulauan Selayar.

"Sejak gempa hingga saat ini, para anggota dikerahkan untuk membantu. Beberapa kapal perang juga sudah dikerahkan untuk mengangkut paket bantuan kebutuhan pokok warga di sana," ujarnya.

Dia menyebutkan, di Pulau Kalaotoa bukan cuma rumah warga yang mengalami kerusakan, baik kerusakan sedang hingga yang terberat adalah roboh, selain itu, banyak juga warga yang terluka.

Untuk membantu masyarakat yang terkena dampak gempa bumi tersebut, prajurit kesehatan langsung dikerahkan dengan membuka posko kesehatan dan memberikan pelayanan bagi warga.

Berikan bantuan pengobatan medis

Dengan mendatangi tenda dan posko pengungsian yang ada di Kecamatan Pasilambena, para personel kesehatan dari Dinas Kesehatan (Diskes) Lantamal VI tersebut memberikan bantuan pengobatan medis kepada warga dengan berbagai keluhan masalah kesehatan pascabencana gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Di tenda dan posko pengungsian Kecamatan Pasilambena, personel Diskes Lantamal VI telah melaksanakan pengobatan dua orang yang mengalami patah tulang tertimpa bangunan rumah," ujar Bintara Kesehatan Lantamal VI Serda APM Supardi.

Sementara yang mengalami luka ringan dan keluhan lainnya hanya diberikan perawatan di posko pengungsian dan menyuplai suplemen kesehatan agar kondisi warga bisa pulih.

"Kami di tenda dan posko pengungsian juga melaksanakan perawatan luka dan memberikan obat-obatan kepada masyarakat serta pemberian suplemen vitamin kepada para pengungsi," katanya.

Berdasarkan data dari Camat Pasilambena Patta Bau, total korban yang terindentifikasi hingga saat ini dan sudah ditangani secara medis ada sebanyak 101 orang.

Sebanyak 2 korban sudah dirujuk ke RSUD KH Haiyyung, Kabupaten Kepulauan Selayar serta 13 orang korban yang harus di rujuk, 4 diantaranya ibu hamil namun belum ada sarana kapal dan masih dirawat di tenda pengungsian.

Ikuti info dan berita lainnya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!