Sinjai Miliki Potensi Komoditi Andalan Ekspor Kopi dan Tembakau
Ilustrasi pengeringan daun tembakau yang sudah diiris-iris di Dusun Balantieng, Desa Bontotengnga, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulsel. ANTARA

Bagikan:

MAKASSAR - Kabupaten Sinjai mempunyai potensi produksi kopi Arabika dan tembakau yang menjadi salah satu komoditi andalan ekspor Sulawesi Selatan.

"Kopi yang dikembangkan sekitar 90 persen petani di Desa Bontotengnga, Kecamatan Sinjai Borong ini terkenal dengan istilah kopi Borong," kata Kepala Desa Bontotengnga Kaswan Mahmud di Kabupaten Sinjai, Sulsel, Kamis 21 Oktober.

Dia menjelaskan, khusus di wilayahnya yang terdiri dari empat dusun, yakni Dusun Maccini, Pattiroang, Tanyiru dan Balantieng, terdapat sekitar 450 Kepala Keluarga (KK) atau 1.721 jiwa dengan berprofesi 90 persen petani.

Sementara dari aktivitas petani kebun itu umumnya menanam kopi dan tembakau yang sudah dilakukan secara turun-temurun di areal lebih dari 100 hektare.

Adapun pendapatan petani dari hasil produksi tembakau yang dikelola secara manual itu, lanjut Kaswan, berada pada kisaran Rp30 juta - Rp60 juta per tahun.

Sementara dari kopi Borong yang dikelola dengan pabrik sederhana, mampu menghasilkan omzet Rp1 miliar per tahun.

Hal itu dibenarkan Kepala Dusun Balantieng, Basri yang turut mendorong warganya dalam mengembangkan komoditas andalan ekspor.

Produksi kopi dan tembakau

Dia menjelaskan, tembakau yang sudah diolah dan dijemur umumnya dijual ke pedagang pengumpul untuk selanjutnya dijual atau dikirim untuk kebutuhan konsumsi lokal atau kebutuhan ekspor.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Hj Andi Kartini Ottong mengatakan, sumber daya alam di Kabupaten Sinjai sangat banyak, dua di antaranya yang menonjol adalah produksi kopi dan tembakau.

"Pemkab Sinjai melalui Disperindag dan Dinas Pertanian terus memberikan dorongan dan dukungan pada para petani untuk mengembangkan produksinya," katanya.

Salah satu bentuknya, lanjut dia, dengan memberikan pendampingan dan pelatihan untuk membuat kemasan yang dapat bersaing di pasar global.

Ikuti info dan berita lainnya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!