Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Material dan Relawan untuk Penyintas Banjir di Luwu
Suasana relawan yang membantu pengaadaan Dapur Umum untuk penyintas banjir dan tanah longsir di Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulsel. (ANTARA)

Bagikan:

MAKASSAR - Melalui Dompet Dhuafa Sulsel, Disaster Management Center (DMC)  menyalurkan bantuan material dan relawan untuk membantu penyintas banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
 
"Kami telah mengirimkan 7 relawan untuk melakukan respons bencana banjir Luwu dan membantu evakuasi korban bencana serta menyalurkan bantuan darurat pasca- bencana pada 3 Oktober lalu," kata Pimpinan cabang Dompet Dhuafa (DD) Sulsel Rahmat Hidyat di Makassar, Selasa 12 Oktober.

Dia menjelaskan DD terus mengusahakan bantuan untuk penyintas banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulsel mulai dari penyediaan logistik sampai pembuatan dapur umum.

"Tim Dompet Dhuafa membuka dapur umum dan pos hangat dengan menyediakan ratusan porsi makanan siap saji untuk Desa Sangtandung dan Desa Bolong, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu," jelasnya.

Bersama tim relawan gabungan, bekerja sama menyalurkan logistik dan pemasangan tandon air serta pemasangan penerangan listrik menggunakan genset.

Total penyintas ada 23 KK

Sementara itu, Koordinator Respons Bencana DD Sulsel Syarif mengungkapkan sejak awal pihaknya telah menjalankan asesmen kepada pihak pemerintah dan memberikan bantuan logistik, terpal, tikar, pendirian pos hangat, pembuatan dapur umum hingga pemasangan genset dan instalasi penerangan di lokasi pengungsian Desa Sangtandung.

Berdasarkan asesmen tim di lapangan, total penyintas yang mengungsi ada 23 Kepala Keluarga (KK) atau 94 jiwa.

Menanggapi bantuan dari DD, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Luwu Rahman Mandaria menyampaikan apresiasinya mewakili Pemkab Luwu.

Dia mengatakan bantuan para relawan seperti DD sangat diperlukan dalam menangani penyintas bencana alam yang saat ini sebagian besar masih ada di pengungsian, karena khawatir lokasi pemukimannya belum aman.

Ikuti info dan berita lainnya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!