Pandemi COVID-19 Sebabkan Belanja Sulbar Alami Kenaikan 12 Kali Lipat
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar. (Foto: Antara)

Bagikan:

MAKASSAR - Pandemi COVID-19 menyebabkan belanja tak terduga yang tercatat dalam APBD Pemerintah Provinsi Sulbar mengalami kenaikan 12 kali lipat pada tahun 2021.

"Pandemi COVID-19 mengakibatkan belanja tak terduga APBD Sulbar naik 12 kali lipat atau menjadi Rp294 miliar pada 2020," jelas Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, di Mamuju, Senin 12 April.

Ia menjelaskan, belanja tak terduga APBD Sulbar pada 2019 hanya sekitar Rp23 miliar, tetapi kemudian naik 12 kali lipat pada 2020.

Menurutnya, belanja tak terduga Sulbar pada 2020 difungsikan untuk penanganan dampak pandemi di tiga sektor, antara lain kesehatan, jaring pengaman sosial, dan pemulihan ekonomi.

Dibandingkan tahun 2019, realisasi belanja turun

Sedangkan realisasi belanja dan transfer daerah untuk Sulbar pada 2020 sebesar Rp7,69 triliun, juga turun jika dibandingkan dengan tahun 2019.

Karena itu Pemerintah Provinsi Sulbar harus lebih optimal dan harus bekerja keras untuk mengelola anggaran yang tersedia pada 2021 ini, agar dapat meningkatkan ekonomi daerah.

Ia juga menyampaikan, selain mengalami defisit anggaran pada APBD, ekonomi Provinsi Sulbar juga mengalami penurunan hingga minus 2,42 persen.

"Ekonomi Sulbar turun hingga minus 2,42 persen, penurunan ekonomi Sulbar lebih tinggi dibandingkan penurunan ekonomi nasional yang juga minus 2,07 persen, sehingga masalah ini menjadi tantangan pembangunan di Sulbar ke depan," kata Ali Baal Masdar.

Ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI.id, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!