Berita Sulsel Hari Ini: BKKBN dan Dinkes Sulsel Gencarkan MPA untuk Tekan Kasus Stunting di Lapangan
Ahli Gizi Dinas Kesehatan Sulsel DR dr Erna Alfarisy Antara

Bagikan:

MAKASSAR - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan TP PKK Sulsel untuk menggencarkan sosialisasi makanan pendamping ASI dalam rangka menekan kasus stunting di lapangan.

"Selain ASI eksklusif pada enam bulan pertama kelahiran itu sangat penting, selanjutnya dibutuhkan makanan pendamping ASI (MPA) dengan gizi seimbang untuk menekan kasus stunting di lapangan," kata Kadis Kesehatan Sulsel yang diwakili DR dr Ema Alfarisy di Makassar, Selasa 14 Juni.

Menurut ahli gizi ini, Dinas Kesehatan selaku instansi teknis senantiasa menggandeng lembaga atau institusi lainnya yang juga turut membantu menekan kasus stunting seperti BKKBN Sulsel dan TP PKK Sulsel.

Sosialisasi MPA untuk para ibu

Berkaitan dengan hal tersebut, seluruh jajarannya diterjunkan untuk menggencarkan sosialisasi MPA kepada para ibu yang memiliki anak balita, termasuk para calon ibu.

Hal itu dibenarkan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulsel Hj Andi Ritamariani.

Menurut dia, untuk mencapai target penurunan angka prevalensi stunting hingga 14 persen pada 2024, pihaknya sudah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting di Sulsel.

Kendati diakui, saat ini masih ada beberapa kabupaten yang angka prevalensinya diatas 20 persen.

Oleh sebab itu, lanjut dia, melalui sejumlah program, upaya penurunan prevalensi stunting telah dilakukan. Salah satu diantaranya Progam Kampung KB yang di dalamnya termasuk penyuluhan ketahanan keluarga.

Ikuti info dan berita lainnya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!

Ikuti artikel dan berita Sulsel terkini, klik link berikut untuk update info terbaru.