Luhut Sebut Penentuan Tiket Rp750 Ribu ke Borobudur Hasil Studi Mendalam dengan UNESCO: Karena Ribut Semua, Kita Tunda
Photo by Steffen B. on Unsplash

Bagikan:

MAKASSAR - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengeluarkan gagasan harga tiket masuk ke Candi Borobudur jadi Rp750 ribu. Katanya, penentuan harga tiket itu didasarkan pada studi mendalam.

"Jadi mengenai Borobudur, kita bikin studi komprehensif dengan UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) di situ, dan angka itu keluar. Tapi karena ribut semua, kita tunda itu," kata Luhut dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Kamis 9 Juni dikutip dari Antara.

Menurut dia, Borobudur telah mengalami pengurangan ketinggian dan kerusakan sehingga jumlah pengunjung akan dibatasi tidak lebih dari 1.200 orang per hari sebagaimana disarankan UNESCO.

Dengan pembukaan jalan tol yang akan melintasi wilayah Borobudur ke depan, Luhut memperkirakan sekitar 26 juta pengguna jalan akan melewati dan berpotensi mengunjungi Borobudur.

"Jadi dengan kita buka jalan tol sekarang, itu satu tahun akan masuk 26 juta orang, berapa juta bisa masuk ke Borobudur," katanya.

Wisatawan sudah ramai kembali

Saat ini saja, para wisatawan sudah memenuhi kembali homestay di wilayah sekitar Borobudur sebab pariwisata dibuka kembali setelah penyebaran COVID-19 berkurang.

Luhut pun menekankan bahwa penetapan tiket masuk Borobudur sudah mempertimbangkan berbagai kemungkinan tersebut, sekaligus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan revitalisasi cagar budaya tersebut.

Adapun Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi juga memiliki fungsi untuk mengkoordinasikan sektor pariwisata, sehingga Menko Luhut terlibat dalam penetapan harga tiket masuk candi Borobudur.

Selain terkait tata letak, pemerintah juga akan menangani persoalan sampah yang menumpuk di daerah Borobudur.

​​​​​​​"Di Borobudur itu, saya pergi 35 meter sudah ada sampah di Borobudur. Dan itu sudah memberikan bau kepada Borobudur," katanya.

Artikel ini pernah tayang sebelumnya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!