McGregor Olok-Olok Mendiang Ayah Khabib di Twitter, Pelatih The Eagle: Dia Idiot dan di Luar Kendali
Conor McGregor (Instagram @thenotoriousmma)

Bagikan:

Makassar—Pelatih Khabib Nurmagomedov, Javier Mendez, mengecam Conor McGregor setelah pria Irlandia itu melontarkan lelucon kasar mengenai mendiang ayah The Eagle di media sosial.

Ayah Khabib, Abdulmanap, meninggal karena komplikasi dari COVID-19 pada Juli 2020 dan McGregor menuai kritik dari semua penjuru atas kicauannya, yang dengan cepat dia hapus.

"Siapa yang harus menyukainya atas komentar seperti itu?" Mendez mengatakan di podcast Real Quick with Mike Swick dilansir dari MARCA, Rabu, 11 Agustus.

"Berapa banyak orang yang kamu kenal, kehilangan keluarga, kehilangan bisnis, kehilangan segalanya karena COVID, dan kamu mengolok-oloknya? Kamu mengatakan COVID itu baik, ayah jahat? Kamu bercanda?

"Jadi kamu mengatakan kepada semua orang miskin yang kehilangan keluarga mereka, kehilangan bisnis mereka, orang-orang yang bunuh diri atas tragedi yang terjadi di seluruh dunia ini, dan kamu pikir kamu mengolok-oloknya dengan mencoba menyerang ayah seseorang dengan menggunakan itu? Kamu idiot. Kamu idiot.

"Dia idiot. Dia benar-benar idiot, dan dia di luar kendali. Maaf. Dan ini tidak ada hubungannya dengan ayah Khabib. Ini tidak ada hubungannya dengan komentar-komentar tentang COVID. Kami sudah tahu apa yang dia pikirkan tentang Khabib. Tidak apa-apa. Tapi kamu membuat komentar seperti itu, semua uang di dunia tidak akan membiarkan kamu lolos dengan beberapa hal bodoh yang kamu katakan."

McGregor kurang bimbingan

Mendez juga mengurai perilaku serampangan McGregor, yang diyakini berasal dari kurangnya bimbingan dari para penasihatnya.

"Dia telah mengatakan banyak hal bodoh," lanjut Mendez. "Dan jelas bagi saya bahwa pelatihnya, yang saya pikir mereka orang baik, tidak bisa mengendalikannya. Dan apa yang kamu lakukan jika kamu memiliki pria seperti itu? Dia adalah uangmu.

"Dia punya semua uang. Tapi dia tidak memiliki satu hal yang dulu dia miliki... Rasa hormat dari seluruh dunia sebagai seorang petarung. Mungkin dia marah karena dia tidak memilikinya lagi. Saya hanya tahu dia seharusnya tidak pernah menulis kata-kata itu, selamanya."

Artikel ini pernah tayang sebelumnya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!