5 Etika di Kantor yang Wajib Dimiliki saat Bekerja
Ilustrasi etika saat bekerja (Pexels/Fauxels)

Bagikan:

MAKASSAR - Bekerja pastinya memiliki target yang dikejar, baik target personal maupun tuntutan kantor. Agar tetap enjoy dan minim konflik dengan rekan kerja maupun atasan dan klien, Anda perlu memiliki etika kerja.

Dilansir Mystartjob, etiket tempat kerja adalah kode etik yang membangun pengaruh positif bagi perkembangan tim. Dengan etika, setiap elemen di kantor dapat berkomunikasi secara sehat dan lebih interaktif tanpa menanggalkan rasa hormat pada setiap bagian kerja.

Nah, etika sendiri mencakup aturan dan nilai moral. Sedangkan tim yang memiliki karakteristik dan latar belakang berbeda-beda perlu bersinergi dalam sikap, pikiran, dan imajinasi. Oleh karena itu, penerapan kode etik dapat menggerakkan kepentingan personal maupun orientasi besar di tempat kerja.

Selanjutnya, etika berikut di bawah ini yang paling umum perlu dimiliki setiap pekerja atau karyawan di kantor. Dalam segi terkecil, menjalankan etika dapat membuat setiap bagian kerja lebih enjoy menjalankan tugasnya.

Menunjukkan rasa hormat

Dalam setiap organisasi memiliki struktur, pun di kantor tempat Anda bekerja. Elemen etik pertama yang perlu dipegang sepanjang waktu adalah dengan menunjukkan rasa hormat. Sebagai seseorang yang bijak, tetaplah menunjukkan rasa hormat.

Untuk memberikan masukan, pendapat, dan pemikiran rasa hormat tetap dapat dipegang teguh. Cobalah berkomunikasi dengan efektif dan hindari kritik berlebihan. Disarankan untuk berbagi pikiran ketimbang mengkritik tanpa tujuan yang jelas.

Punya prioritas

Etika di kantor yang keempat ini berkaitan dengan poin sebelumnya, berkaitan dengan tugas yang jadi tanggung jawab masing-masing. Saat mengetahui tugas masing-masing, tujuan, dan misi dari tim maka skala prioritas setiap elemen dapat dijalankan serta memaparkan evaluasi yang membangun.

Mendengarkan lawan bicara

Mendengarkan merupakan kunci mendapatkan lebih banyak. Aktivitas ini memang tak mudah, tetapi bukan tidak mungkin untuk dibiasakan. Bukan tidak mungkin pula jika Anda lebih banyak menyerap informasi saat berdiskusi, presentasi, dan meeting dapat lebih mudah mengolah dan merealisasikan.

Disiplin waktu

Mengapa soal waktu kerja berdasarkan skala internasional maupun nasional? Ini tak lebih dari bagaimana mengenali waktu-waktu produktif dan waktu untuk istirahat. Saat istirahat, maka manfaatkan dengan bersenang-senang. Ketika waktu bekerja, maka dapat fokus bekerja kembali.

Disiplin waktu bukan hanya mengejar target tetapi menghargai diri yang telah berusaha maksimal, mengikuti aturan perusahaan, dan tetap mengembangkan diri.

Sikap profesional juga tak terlepas dari persoalan disiplin, baik disiplin membawa diri di kantor dan memisahkan persoalan pribadi dengan persoalan pekerjaan.

Membangun kepercayaan

Baik kepercayaan diri maupun percaya pada rekan kerja diperlukan. Ini dapat mereduksi kecemasan dan lebih menikmati setiap proses yang dijalani. Bukan ‘kah tim yang kompak akan dapat bekerja sama dengan solid dan mengejar target tanpa terbebani?

Rasa percaya dapat dibangun lewat direction dan aturan yang telah diketahui bersama. Ketika mengetahui tugas masing-masing, maka akan mengerjakan pekerjaan yang tidak overlap.

Artikel ini pernah tayang di VOI.id, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!