3 Makanan Khas Sulawesi Selatan dari Olahan Daging yang Bikin Ngiler
Kapurung khas Sulawesi (YouTube)

Bagikan:

SULAWESI SELATAN – Beberapa makanan khas Sulawesi Selatan seperti coto makassar memang sudah umum, namun bagi Anda pecinta daging berikut ini beberapa rekomendasi yang harus diperhatikan.

Memiliki cita rasa yang unik, beberapa makanan Sulawesi Selatan di bawah ini juga jarang ditemui, penasaran?

Makanan Khas Sulawesi Selatan yang “Mak Nyus”

1. Kapurung

Pertama adalah kapurung yang merupakan makanan khas tradisional masyarakat Luwu yang tersebar di Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Makanan yang terbuat dari sari atau tepung sagu tersebut juga dikenal sebagai papeda di daerah Maluku. Kapurung sendiri dimasak dengan campuran ikan atau daging ayam dan sayuran.

Dikenal luas dengan nama kapurung, namun makanan ini di daerah Luwu malah lebih sering disebut sebagai Pugalu.

2. Mie Titi

Makanan yang kedua adalah Mie Titi yang merupakan sajian bakmi kering yang dipadukan kuah kental, irisan ayam, udang, jamur, hati, dan cumi.

Makanan ini lebih mmirip dengan ifumie, hal tersebut lantaran penciptanya adalah keturunan Tionghoa. Menariknya ‘titi’ sendiri adalah nama dari pencipta kuliner ini.

Mie Titi sudah dikenal masyarkat Makassar sejak tahun 70-an yang mulanya diinisiasi oleh seorang Tionghoa yang bernanamAng Kho Tjao.

Tjao mewariskan resep mie kepada tiga orang anaknya di antaranya Hengky, Awa, dan Titi. Mie warisan Tjao yang paling populer adalah yang dikelola Titi sehingga tidak salah jika masyarakat setempat menyebutnya dengan “Mie Titi“.

3. Sup Konro

Selain coto makasar, terdapat makanan berkuah dari Sulawesi Selatan lainnya yaitu sup konro.

Sup konro adalah kuliner yang terbuat dari olahan iga sapi. Makanan tersebut berasal dari tradisi masyarakat Bugis dan Makassar. Tidak hanya iga, namun juga terdapat irisan daging sapi dalam olahannya.

Biasanya sup konro disajikan dengan kuah berwarna coklat kehitaman dan disandingkan dengan ketupat yang dipotong-potong kecil. Yang menjadi istimewa dari makanan ini adalah buah kluwek yang membuat kuah sup berwarna hitam pekat.

Makanan konro yang otentik memang berkuah, namun di masa modern ini banyak olahan konro kering, atau yang dikenal sebagai "Konro bakar". Kalian tim mana? Sup atau kering?

Selain makanan khas Sulawesi Selatan, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!