Arab Saudi Beri Sinyal bagi Jamaah Indonesia, Pengelola "Travel" Masih Tunggu Regulasi Teknis Pelaksanaan Umrah
Ilustrasi suasana jamaah asal Indonesia sebelum pandemi COVID-19. ANTARA

Bagikan:

MAKASSAR - Pengelola travel atau usaha perjalanan masih menunggu regulasi dan petunjuk teknis dari pemerintah untuk pelaksanaan umrah, meski Kerajaan Arab Saudi sudah memberi sinyal untuk membuka pintu bagi jamaah Indonesia.

"Insya Allah kami sudah siap menyelenggarakan umrah, setelah dua tahun terakhir tidak ada aktivitas karena pandemi," kata Sekretaris Koperasi Jasa Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia DPD Sulawesi, Maluku dan Papua (Amphuri DPD Sulampua)-Unit Bisnis, Mawardha Dj di Makassar, Kamis 14 Oktober.

Dia menjelaskan kendati pengelola travel umrah sudah siap, namun hingga saat ini masih menunggu petunjuk teknisnya, termasuk penentuan biaya perjalan umrah, termasuk hal-hal teknis lainnya, karena masih ada beberapa hal yang masih belum in-line.

Sejumlah teknis belum in-line

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi pada 8 Oktober 2021 telah menandatangani komitmen membuka pintu bagi jamaah asal Indonesia untuk masuk ke negara tersebut.

Hanya saja, lanjut Mawardha, masih ada sejumlah hal teknis yang belum in-line seperti program aplikasi "Peduli Lindungi" belum terbaca di Arab Saudi, mekanisme vaksinasi, standarisasi PCR, karantina bagi yang tidak vaksin, dan yang paling utama adalah penetapan harga biaya umrah.

Oleh sebab itu, apabila ada travel yang sudah mengeluarkan atau menetapkan harga umrah, itu hanya spekulan saja, sebab harga dasar yang ditetapkan pemerintah setelah umrah dibuka belum ada acuannya.

"Begitu pula dengan standar fasilitas yang digunakan selama masa periode normal baru, juga belum ada," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Amphuri menyatakan siap dan terus menjalin komunikasi dengan kementerian agama untuk teknis pelaksanaan ibadah umrah 2021.

Ikuti info dan artikel lainnya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!