Pegawai KPI yang Mendapatkan Pelecehan dan Perundungan Mengalami Stress, Depresi dan Guncangan Mental, Hingga Kini Belum Ada Tersangka
Ilustrasi: BBC

Bagikan:

MAKASSAR - Tim dokter Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur mengungkapkan, MS, pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang mendapatkan perundungan dan pelecehan seksual mengalami trauma dan depresi.

Anggota tim kuasa hukum MS, Rony Hutahaean menjelaskan hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan, sementara tim dokter menangani pemeriksaan untuk kepentingan penyelidikan kasus.

"Di RS Polri menyampaikan ada tiga poin. Pertama bahwa klien kami mengalami rasa guncangan mental, kedua depresi, ketiga adalah mengalami stres akibat trauma pascaperundungan dan pelecehan seksual," katanya saat dihubungi wartawan, Selasa 28 September.

Lanjutnya, hasil itu berdasarkan pada tiga kali pemeriksaan psikis yang dilakukan MS di Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Hati sejak awal bulan September 2021 berdasar permintaan penyelidik.

"Kami berharap bahwa pemeriksaan lebih lanjut, baik itu di LPSK dan di RS Polri Kramat Jati menjadi bagian satu bagian yang tidak dipisahkan dari proses penyelidikan di Polres Jakarta Pusat," katanya.

Sampai saat ini belum ada tersangka

Rony menambahkan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan penyelidik Satreskrim Polrestro Jakarta Pusat mengenai penanganan kasus pelecehan seksual yang sampai saat ini belum ada tersangka.

Dia pun menjelaskan jika MS siap menjalani pemeriksaan kejiwaan lebih lanjut di RS Polri Kramat Jati guna kepentingan kasus sesuai permintaan penyelidik Satreskrim Polrestro Jakarta Pusat.

"Kami bersedia dan berterima kasih kepada RS Polri Kramat Jati kapanpun akan kami hadiri untuk pemeriksaan lebih lanjut sebagai alat bukti kasus pelecehan seksual dialami klien kami," ujarnya.

Artikel ini pernah tayang sebelumnya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!