Gubernur Sulsel Sebut MUI sebagai Pilar Pemersatu Bangsa
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman pada acara Musda MUI di Makassar. (ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel)

Bagikan:

MAKASSAR - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyebutkan, MUI merupakan salah satu pilar pemersatu yang selalu berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah provinsi.

Andi Sudirman Sulaiman, saat membuka Musda MUI Sulsel di Makassar, Minggu 08 Agustus, juga mendorong MUI terus menjadi benteng untuk memfilter paham-paham radikal.

"Harapannya, dengan kepengurusan yang baru tentu bisa melanjutkan perjuangan dari Kiai Sanusi Baco, serta mampu melanjutkan cita-cita MUI yang jauh lebih baik," katanya. 

Bagi Andi Sudirman, MUI menjadi salah satu organisasi yang menengahi pemerintah dengan masyarakat.

"Kita harap MUI memiliki kekuatan, kewibawaan, netralitas dalam memberikan pedoman dan memiliki karakter ketua, seperti almarhum Kiai Sanusi Baco yang memiliki karakter, citra dan karakteristik yang kuat dan menenangkan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Andi Sudirman juga meminta kepada para ulama, kiai dan ustadz untuk ikut membantu pemerintah dalam menyampaikan pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi COVID-19 ke masyarakat.

"Kami minta agar dalam ceramahnya menyampaikan kepada jamaah agar tidak takut memeriksakan diri ke rumah sakit, kita tidak boleh panik," ujarnya.

Percepat pelaksanaan vaksinasi

Dia juga meminta agar MUI  ikut mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga imun, iman, serta bersikap jujur dengan kondisi tubuh. "Jika kurang sehat, harus istirahat di rumah," lanjutnya.

Ia juga memaparkan berbagai kebijakan yang dilakukan Pemprov Sulsel dalam penanganan pandemi COVID-19 saat ini, di antaranya memperketat di bandara dengan aturan swab PCR, fasilitas isolasi terintegrasi (FIT) menjadi ruang isolasi bagi pasien positif COVID-19 tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan, mendatangkan alat high flow nasal cannula (HFNC), yaitu alat untuk membantu pernapasan terapi oksigen aliran tinggi.

Selain itu, katanya, pemprov juga mempercepat pelaksanaan vaksinasi untuk menyasar area aglomerasi dan wilayah episentrum, misalnya di Mamminasata. Vaksinasi ini untuk membangun kekebalan kelompok di masyarakat.

"Kami juga menjaga di hilir, dengan menginstruksikan kepada rumah sakit, agar BOR ICU tidak melebihi 70 persen, dan jika melebihi, harus melakukan konversi ruangan untuk ICU," ujarnya.

Ikuti info dan berita lainnya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!