Presiden Zelensky Ingatkan Rusia dapat Timbulkan Kelaparan, Kemhan Ukraina: Putin Mencapai Apa yang Tidak Mampu Dicapai Hitler
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat melakukan pidato online. (Wikimedia Commons/President Of Ukraine)

Bagikan:

MAKASSAR - Serangan Rusia di Ukraina berisiko mengakibatkan kelaparan di negara-negara di seluruh dunia, pada hari Selasa, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menjelaskan kepada Parlemen Italia, mendesak bantuan yang lebih besar untuk melawan penjajah.

Dalam pidato kepada anggota parlemen Barat melalui tautan video, Presiden Zelensky mengungkapkan rakyatnya bertahan hidup dari militer Rusia yang menghancurkan kota-kota Ukraina dan membantai warga sipil.

"Bagi pasukan Rusia, Ukraina adalah gerbang Eropa, di mana mereka ingin menerobos. Tetapi, barbarisme tidak boleh dibiarkan," jelasnya, seraya menambahkan bahwa konsekuensi perang sudah dirasakan di banyak bagian dunia, seperti melansir Reuters 23 Maret.

"Hal yang paling mengerikan adalah kelaparan yang mendekat untuk beberapa negara. Ukraina selalu menjadi salah satu pengekspor makanan terbesar, tapi bagaimana kita bisa menabur (tanaman) di bawah serangan artileri Rusia?" kecamnya.

Harga gandum meroket 50 persen

Negara-negara seperti Lebanon, Mesir, Yaman dan lain-lain telah bergantung pada gandum Ukraina dalam beberapa tahun terakhir, terpengaruh perang saat ini, menyebabkan harga gandum meroket hingga 50 persen bulan lalu.

Dalam pidato semalam, ia juga menyinggung kematian Boris Romanchenko (96), yang selamat dari tiga kamp konsentrasi Nazi selama Perang Dunia Kedua, tetapi terbunuh ketika blok apartemennya di Kharkiv yang terkepung ditembaki minggu lalu.

Mengenai tewasnya Romanchenko, "Putin berhasil 'mencapai' apa yang bahkan (Adofl) Hitler (pemimpin Nazi) tidak bisa," kata Kementerian Pertahanan Ukraina dalam unggahan di akun Twitternya.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut perang itu sebagai serangan terbesar di negara Eropa sejak Perang Dunia Kedua, sebagai operasi militer khusus untuk melucuti senjata Ukraina dan melindunginya dari Nazi. Barat menyebut itu sebagai dalih palsu untuk perang agresi yang tidak beralasan.

Tanggapan PM Italia

Menanggapi pidato Presiden Zelensky, Perdana Menteri Italia Mario Draghi menyebutkan Ukraina telah memberikan perlawanan heroik terhadap invasi Rusia, menjanjikan dukungan berkelanjutan bagi para pengungsi yang melarikan diri dari pertempuran, serta bantuan militer.

"Arogansi pemerintah Rusia telah bertabrakan dengan martabat rakyat Ukraina, yang telah berhasil mengekang tujuan ekspansionis Moskow dan membebankan biaya besar pada tentara penyerang," tutur PM Draghi kepada parlemen.

Menandakan keinginannya untuk memperkuat hubungan dengan Barat, Ukraina telah lama menyatakan ingin bergabung dengan Uni Eropa.

PM Draghi menjelaskan kepada anggota parlemen, ini merupakan proses yang panjang karena banyak reformasi yang diperlukan, untuk berintegrasi sepenuhnya dengan blok 27 negara.

"Saya ingin mengatakan kepada Presiden Zelensky, bahwa Italia berada di pihak Ukraina dalam proses ini. Italia menginginkan Ukraina di Uni Eropa," tukas PM Draghi.

Artikel ini pernah tayang sebelumnya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!

Ikuti artikel dan berita Sulsel terkini, klik link berikut untuk update info terbaru.