Berita Makassar Terkini: untuk Tanggulangi Banjir, Makassar Disarankan Bikin Sumur Resapan
Banjir Makassar/Foto: Antara

Bagikan:

MAKASSAR - Pengamat kebijakan pemerintah yang juga merangkap sebagai Dosen Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, Syahruddin Yasen menjelaskan pentingnya memperbanyak sumur resapan untuk menanggulangi persoalan banjir musiman di Kota Makassar.

"Ancaman bahaya banjir dan tanah longsor terjadi ketika musim hujan banyak melanda baik daerah maupun perkotaan yang rawan seperti Makassar, karena itu sumur resapan ini harus menjadi salah satu fokus kebijakan Pemkot Makassar," kata Syahruddin di Makassar, Senin 21 Februari.

Ia menyebutkan kebijakan tersebut penting untuk diambil, karena bencana itu sangat merugikan warga kota dan secara umum berdampak pada seluruh sektor, baik ekonomi, kesehatan maupun pendidikan.

Genangan banjir di beberapa titik daerah Kota Makassar, misalnya, setiap tahun menjadi ancaman dan bahaya bagi kehidupan warga, terutama di jalan protokol dan nasional, seperti di sepanjang Kantor Gubernur Sulsel, Fly Over Jalan AP Pettarani, dan lainnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, dia memberi saran kepada pemerintah pusat maupun daerah bersama legislatif untuk memikirkan penanganan genangan banjir di kedua titik strategis tersebut.

"Pemerintah harus memikirkan penanganannya supaya tidak terus terjadi setiap tahunnya, misalnya membuat sumur resapan massal di sepanjang area tergenang banjir," ujarnya.

Realisasi konsep terkesan lamban

Dia mengatakan, selama ini pemerintah daerah memang sudah merencanakan konsep, namun realisasinya terkesan lamban, apalagi jika jalan itu adalah jalan nasional, tentu membutuhkan lobi anggaran dan mekanisme lobi yang memakan waktu.

Kendati demikian, lanjut dia, hal itu bukan menjadi alasan. Karena ada Undang-undang dan peraturan yang mengatur tentang dana tanggap darurat yang mekanisme alokasi anggaran yang cepat seperti banjir, tanah longsor dan gempa.

Di sisi lain, kata Yasen, kurangnya koordinasi pemerintah provinsi ke pemerintah pusat serta wakil rakyat di Senayan, juga menjadi titik lemah kurangnya perhatian pada daerah rawan banjir.

"Karena itu,  saya sarankan, selain membuat drainase yang representatif, bentuk antisipasi lain adalah membuat sumur resapan yang besar dan massal," ujarnya.