Pidato Puan Maharani dalam Sidang Bersama: Tinggalkan Pancasila Berarti Khianati Amanat Pendiri Bangsa
Ketua DPR RI Puan Maharani (DOK Biro Pemberitaan Parlemen)

Bagikan:

MAKASSAR - Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut Pancasila sebagai kekuatan bangsa. Meninggalkannya sama saja telah mencabut jati diri dan mengkhianati semangat para pendiri bangsa.
 
Hal ini diungkapkan Puan saat berpidato di Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI pada hari ini, Selasa, 16 Agustus. Pancasila, jelas dia merupakan kekuatan nasional yang paling utama dalam menjaga kehidupan bernegara.
 
"Meninggalkan Pancasila sama halnya mencabut jati diri bangsa dari akar terdalamnya dan mengkhianati amanat para pendiri bangsa," kata Puan dalam pidatonya yang ditayangkan di YouTube DPR RI.
 
Tercabutnya Pancasila, sambung Puan, juga menyebabkan hilangnya karakter ramah hingga sikap saling gotong royong di tengah masyarakat.

Kekuatan gotong royong

Padahal, selama pandemi COVID-19, Indonesia telah menjadi bangsa yang mengutamakan kekuatan gotong royong.
 
"Mengganti Pancasila akan berdampak pada hilangnya karakter sebagai bangsa yang ramah, toleran, dan bergotong royong," tegasnya.
 
Lebih lanjut, Puan mengingatkan Indonesia harus makin bertumbuh di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Kemampuan harus semakin terasah agar negara ini bisa berdiri di atas kaki sendiri dan selalu berlandaskan Pancasila.
 
"Kita sebagai bangsa dan negara, semakin dituntut untuk dapat memiliki kemampuan dan kekuatan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya agar dapat mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian berlandaskan Pancasila," ujarnya.
 
"Komitmen dan kebersamaan yang bersumber dari cinta pada Tanah Air dan cita pada bangsa Indonesia sebagai bangsa Indonesia sebagai bangsa yang ber-Pancasila dan ber-Bhineka Tunggal Ika," pungkas Puan.