Mantan Istri Ditikam Hingga Tewas di Halaman SD Kota Bandung, Polisi: Dugaan Kuat Memang Direncanakan
Kapolsek Coblong Kompol Nanang. (ANTARA)

Bagikan:

MAKASSAR - Pembunuhan terhadap seorang guru berinisial AR (50) yang ditemukan tewas di halaman SD Tilil 032, Kota Bandung, Jawa Barat, diduga Polrestabes Bandung sudah direncanakan oleh pelaku.

Kapolsek Coblong Kompol Nanang mengungkapkan, korban AR ditusuk oleh mantan suaminya yang bernama Nano Mujianto (56) menggunakan pisau. Menurut Nanang, sebelum melancarkan aksi kejinya, Nano sempat menunggu korban di gerbang SD tersebut.

"Kalau berdasarkan fakta yang ada, dugaan kuat ini memang direncanakan," kata Nanang di Polrestabes Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat dikutip dari Antara, Selasa, 8 Februari. 

Meski demikian, polisi masih terus mencari petunjuk terkait asal pisau yang digunakan pelaku saat menghabisi mantan istrinya tersebut. Pelaku sendiri mengklaim mendapatkan pisau tersebut dari lokasi.

"Kita masih mendalami, ini pisau dari mana, yang jelas ini ada padanya dan dibawa oleh yang bersangkutan," kata Nanang.

Motif pembunuhan

Sedangkan aksi penusukan itu, jelas Nanang, menyebabkan korban mendapatkan luka yang cukup dalam. Menurutnya, luka tusukan yang dialami korban akibat pisau tersebut yakni sedalam sembilan centimeter.

"Tusukannya di bagian perut, sembilan centimeter dekat dengan jantung dan usus," katanya.

Motif aksi pembunuhan tersebut, ungkapnya, diduga karena pelaku berkeinginan untuk rujuk dengan korban setelah berpisah sejak 2007 silam, namun korban menolak.

Kini Nano telah ditahan di Rumah Tahanan Polrestabes Bandung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut. Nano sendiri, kata Nanang, merupakan pekerja di bidang swasta.

"Pelaku dan korban punya anak dua sudah besar. Yang satu sudah menikah dan satu lagi akan menikah," kata Nanang.