Memahami Kondisi Lidah Tertelan dan Cara Penanganan yang Tepat
Ilustrasi (Rodnae Production/Pexels)

Bagikan:

MAKASSAR - Beberapa waktu lalu, kejadian kurang menyenangkan terjadi di lapangan sepak bola. Pesepak bola asal Denmark, Christian Eriksen tiba-tiba roboh di atas lapangan pada menit ke-43 dalam laga pembuka grup B Euro 2020, Denmark melawan Finlandia di Stadion Parken, Kopenhagen, Sabtu, 12 Juni malam.

Melansir laman VOI, Senin, 14 Juni, gelandang Inter Milan itu terjatuh hingga tak sadarkan diri selepas situasi lemparan ke dalam di area sayap kiri serangan Denmark. Simon Kjaer, sang kapten Denmark langsung memberikan pertolongan pertama pada Eriksen untuk mencegah terjadinya lidah tertelan pada rekannya. Lalu, benarkah lidah bisa tertelan?

Dilansir dari Medical News Today, kondisi lidah tertelan lebih dikenal dengan istilah tongue swallowing dalam dunia medis. Lidah tertelan tidak mengandung arti harfiah lidah masuk ke dalam tenggorokan, tapi kondisi yang mengakibatkan posisi lidah bergeser ke belakang, sehingga menutup saluran pernapasan yang ada di bagian leher. Saat seseorang dalam kondisi tak sadarkan diri, otot lidah dapat melemas sehingga membuat lidah berpindah posisi dan menutup jalur pernapasan.

Kondisi ini cukup membahayakan nyawa. Sebab jika saluran pernapasan terlalu lama terhalang oleh lidah, maka bisa menutup aliran udara dari hidung dan mulut sehingga paru-paru akan kehabisan oksigen.

Lidah tertelan memang kerap terjadi pada pesepak bola, petinju, dan pemain rugbi. Selain itu, orang yang mengalami sleep apnea dan kejang karena pengaruh epilepsi pun kerap mengalami kondisi serupa.

Penanganan Terhadap Penderita

Orang yang mengalami lidah tertelan harus mendapat penanganan cepat dan tepat. Biasanya, tim medis akan melakukan beberapa tindakan penanganan yang dianggap sebagai pertolongan pertama bagi orang yang mengalami lidah tertelan. Tindakan tersebut berupa;

  • Memastikan penderita lidah tertelan dalam keadaan berbaring dengan posisi telentang di tempat yang datar. Hindari memberi bantalan di bagian bawah kepala.
  • Dorong dagu atau rahang bawah ke atas sampai posisi kepala mendongak. Lidah akan kembali ke posisi normal dan saluran udara terbuka.
  • Tarik lidah ke posisi normal dengan menggunakan alat bantu secepatnya agar saluran pernapasan kembali terbuka. Disarankan tidak menggunakan jari karena kemungkinan bisa tergigit.

Nah, jika Anda menjumpai situasi seperti ini, sebaiknya jangan panik. Tetap tenang dan berikan pertolongan secepatnya sesuai instruksi di atas. Sambil memberikan pertolongan pertama, harap cari bantuan dari tenaga medis di sekitar lokasi atau segera hubungi ambulans.

Artikel ini pernah tayang sebelumnya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!