Petugas Keamanan Bandara Tangkap Pemalsu Sertifikat Vaksin di Bandara Hasanuddin Makassar
Sejumlah calon penumpang berjalan masuk ke dalam terminal keberangkatan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan. (ANTARA)

Bagikan:

MAKASSAR - Dua orang calo pemalsu dokumen kesehatan, tes PCR dan sertifikat vaksin COVID-19, yang menjadi syarat penumpang pesawat terbang diringkus petugas keamanan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

"Terduga pelaku masing-masing berinisial MN dan DF sudah diamankan. Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut," ujar Kapolsek Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Iptu Asep saat dikonfirmasi, Kamis 30 September.

Kedua oknum ini, kata Asep, ditangkap petugas ketika memasarkan sekaligus menawarkan paket hasil tes PCR, tiket dan sertifikat vaksin COVID-19 palsu itu kepada penumpang yang akan berangkat dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

"Jadi modusnya, calo ini menawarkan kepada penumpang satu paket. Selain tiket pesawat disertai surat kesehatan," bebernya.

Aksi dilakukan dengan terorganisir

Asep menjelaskan, kedua pelaku melakukan aksinya tersebut dengan cara yang terorganisir. DF yang bertugas mencari calon penumpang dengan menawarkan taksi sebagai modus awal mengantar calon penumpang masuk bandara.

Saat perjalanan, terduga pelaku kemudian menawarkan kepada calon penumpangnya dokumen kesehatan seperti PCR dan sertifikat vaksin. Termasuk tiket pesawat bila belum memiliki tiket.

Pelaku menawarkan paket dokumen kesehatan palsu tersebut dengan alasan untuk memudahkan perjalanan calon penumpang. Setelah korbannya menyetujui tawaran itu, selanjutnya DF menghubungi rekannya yang sudah bersiap di bandara.

"DF berpura-pura punya kenalan bisa mengurus paket dokumen itu. (Sertifikat Vaksin, PCR dan tiket) lalu membawanya ke MN (terduga pelaku) yang sudah siap. Paket untuk itu (sertifikat vaksin dan PCR) seharga Rp1,5 juta per orang," beber Asep.

Kasus tersebut terungkap setelah petugas bandara menaruh curiga atas gerak gerik para calo itu. Sehingga saat transaksi dengan korban, petugas langsung menangkapnya.

"Kedua terduga pelaku masih berada di ruang tahanan Polsek Bandara untuk menjalani pemeriksaan. Sementara ini, baru dua terduga dan kita terus kembangkan jaringannya. Untuk penetapan status tersangka, belum, karena masih diperiksa penyidik," paparnya menegaskan.

Ikuti info dan berita lainnya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!