Kantongi Sertifikat CPOB dari BPOM, DPR: Vaksin Merah Putih Murni Karya Anak Bangsa dan Kurangi Ketergantungan Impor
Ilustrasi (Unsplash)

Bagikan:

MAKASSAR - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyerahkan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk Vaksin Merah Putih produksi Universitas Airlangga (Unair) dan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.

Dalam pengembangan vaksin COVID-19 itu, Unair bekerja sama dengan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia dalam mengembangkan vaksin dengan platform inactivated virus.

Menanggapi informasi tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menjelaskan, pemberian sertifikat CPOB tersebut dilaksanakan karena sudah memenuhi sejumlah penilaian yang ditentukan BPOM. Antara lain, desain fasilitas produksi, pelaksanaan inspeksi, asistensi, konsultasi hingga perbaikan.

“Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Unair ini murni karya anak bangsa. Karena mulai dari pengembangan bibit vaksin, proses formulasi, produksi dan pengisiannya semua dilakukan di Indonesia,” ujar Yahya Zaini, Kamis, 19 Agustus.

Paling unggul dari enam kandidat lain

Legislator Partai Golkar ini, pun mengapresiasi prestasi Unair karena menjadi yang paling unggul di antara enam kandidat vaksin Merah Putih.“Dari 6 kandidat Vaksin Merah Putih yang dikembangkan, vaksin Unair menjadi yang terdepan dan paling cepat dalam proses pengembangannya,” ungkapnya.

Karena itu, Yahya berharap proses uji praklinik tahap II dan uji klinik Vaksin Merah Putih buatan Unair dapat dilaksanakan dengan lancar. 

Sehingga, kata dia, pada semester awal tahun 2022 sudah mendapat emergency use authorization (EUA) dari BPOM sekaligus dapat diproduksi secara massal untuk kebutuhan dalam negeri.

“Dapat mengurangi ketergantungan terhadap vaksin impor sebagaimana yang kita alami sekarang ini. Lebih dari itu, Indonesia akan masuk dalam barisan negara-negara yang bisa membuat vaksin sendiri, seperti, Amerika, Inggris, Rusia dan China,” tandas Yahya.

Artikel ini pernah tayang sebelumnya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!