BPS: Harga Makanan Pemicu Deflasi Mencapai 0,25 persen di Sulawesi Selatan
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulsel Akmal saat memaparkan hasil pencatatan oleh timnya selama sebulan terkait deflasi di lima kota di Sulsel. (ANTARA)

Bagikan:

MAKASSAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat angka deflasi di provinsi tersebut pada Juni 2021 mencapai sekitar 0,25 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,13 poin, dan sektor makanan, minuman dan tembakau sebagai pemicunya.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulsel Akmal di Makassar, Kamis, 01 Juli mengatakan penyebab deflasi di daerah tersebut karena menurunnya beberapa indeks harga-harga dan yang dominan pada sektor makanan, minuman dan tembakau.

"Faktor pendorong terjadinya deflasi itu disebabkan adanya penurunan indeks harga pada beberapa kelompok yang memiliki kontribusi cukup besar, seperti makanan, minuman dan tembakau," ujarnya.

Ia mengatakan dari lima kota IHK yang menjadi sampel pendataan empat di antaranya mengalami deflasi dan satu kota lainnya mengalami inflasi.

Lima kota di antaranya Bulukumba dengan deflasi minus 0,04 persen, Makassar minus 0,31 persen, Parepare minus 0,04 persen, Palopo minus 0,05 persen, dan Watampone yang inflasi 0,9 persen.

Penyebab Deflasi

Akmal menjelaskan deflasi terjadi karena penurunan sebagian indeks kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,71 persen.

Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,17 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,51 persen.

Sementara beberapa kelompok pengeluaran mengalami inflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya sebesar 0,04 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,03 persen.

Kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,01 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,36 persen.

"Komoditas yang memberikan andil deflasi pada kelompok ini yaitu: penurunan harga ikan bandeng, cabai rawit, tarif angkutan udara, kangkung, air kemasan, bawang merah, cumi-cumi, cabai merah, baju muslim wanita, dan wortel," ucapnya.

Ikuti info dan berita lainnya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!