Ikigai: Cara Hidup Bahagia Ala Orang Jepang, Tertarik?
Ilustrasi (Sofia Terzoni-Pixabay)

Bagikan:

MAKASSAR - Orang dewasa rata-rata menjalankan kesibukan dalam kehidupan sehari-harinya. Mulai dari bekerja sampai lembur, melakukan tugas rumah tangga, melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, mengurus anak, dan aneka tugas lain.

Saking ruwetnya kehidupan sehari-hari dengan berbagai aktivitas, Anda mungkin melupakan satu hal: kebahagiaan diri sendiri.

Ada sebuah konsep hidup bahagia yang dianut masyarakat Jepang, yaitu ikigai. Anda tentu tahu bahwa orang Jepang dikenal sebagai pekerja keras dan cenderung gila-gilaan kalau menyangkut pekerjaan.

Meski sibuk bekerja, praktik ikigai membuat mereka tetap bisa merasa bahagia. Tentunya konsep ini bisa Anda ikuti demi diri sendiri.

Secara harfiah, ikigai diartikan sebagai iki (hidup) dan gai (nilai). Ikigai dimaknai sebagai motivasi untuk menjalankan hidup penuh semangat, bergairah, dan kemampuan mengusir rasa bosan akibat rutinitas sehari-hari.

Adalah Albert Liebermann dan Hector Garcia, sosok yang mempopulerkan konsep ini dalam bukunya Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life.

Elemen-elemen Ikigai

Ikigai sendiri terdiri dari empat elemen, yaitu passion, mission, vocation, dan profession. Empat elemen ini dibutuhkan dalam hidup untuk saling mengisi.

Passion bisa diartikan sebagai apa yang Anda sukai, bisa hobi, benda, atau makhluk hidup.

Passion membuat kita lebih bergairah karena melakukan hal menyenangkan, tak merasa lelah, dan sukarela melakukannya karena memang bikin semangat.

Penting untuk tahu apa yang paling Anda suka untuk mempraktikkan ikigai. Misalnya memasak, menggambar, berkebun, atau merawat hewan peliharaan.

Kedua, ada mission atau apa yang Anda butuhkan. Setelah menemukan passion, cobalah melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Sifatnya pun sukarela dan tak mengharapkan imbalan, pun tak perlu ada keahlian khusus.

Mission ini misalnya menjadi sukarelawan untuk membantu siapapun yang ada di luar sana.

Praktiknya, bisa mengajar anak-anak sekitar rumah belajar menggambar atau bahasa asing yang Anda kuasai, memberi bantuan saat ada bencana, atau membantu orang-orang di daerah terpencil.

Lalu ada vocation. Anda akan melakukan sesuatu untuk orang lain dan mendapat imbalan setimpal. Vocation mungkin bukan hal yang Anda suka, tetapi tetap dilakukan untuk bertahan hidup.

Kegiatan yang bisa dilakukan beragam, bisa jadi tenaga ahli, membuka usaha sendiri, atau bekerja untuk orang lain.

Terakhir adalah profession, ketika Anda dibutuhkan, dibayar, dan memang ahli di bidang tersebut. Ini bisa berkaitan dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman dalam bekerja.

Hubungan antara keempat elemen ini membuat hidup jadi lebih bermakna. Kegiatan Anda jadi lebih bervariasi, dari kegiatan menyenangkan, membawa manfaat bagi orang di sekitar, serta dibayar untuk keahlian yang Anda punya karena cukup ilmu.

Jika semua dilakukan secara seimbang, konsep ikigai ini bisa membuat hidup jadi lebih bahagia.

Artikel ini pernah tayang sebelumnya di VOI.id, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!