Bagikan:

JAKARTA - Minum kopi di pagi hari adalah rutinitas yang sulit ditinggalkan bagi banyak orang, termasuk para astronot yang bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Namun, minum kopi di luar angkasa tidak semudah di bumi. Tanpa gravitasi, cairan tidak akan mengalir ke bawah, sehingga astronot biasanya harus minum dari kantong khusus dengan sedotan.

Menurut Rochester Institute of Technology, astronot NASA, Don Pettit menciptakan Capillary Cup, sebuah cangkir khusus yang bisa digunakan di luar angkasa tanpa memerlukan sedotan dan kantong minuman.

Pettit menunjukkan inovasinya dalam sebuah video yang memperlihatkan dirinya menikmati kopi dari cangkir tersebut sambil melayang di udara.

"Meneguk kopi di pagi hari, tidak ada yang mengalahkan dari cangkir zero-g (zero gravity) untuk minum kopi di pagi hari," tulis Pettit dalam sebuah unggahan di X, dikutip VOI dari laman People, Rabu, 2 April.

Dalam unggahan lainnya, ia menjelaskan cangkir ini memungkinkan seseorang untuk mencium aroma kopi, sesuatu yang tidak bisa dilakukan jika minum dari kantong dengan sedotan.

"Cangkir ini mengeluarkan aroma, di mana 70% kenikmatan saat minum kopi berasal dari aromanya," tulisnya usai menjawab pertanyaan seseorang yang penasaran apakah kopi di luar angkasa masih terasa dan tercium sama seperti di bumi.

Dari jawabannya, jelas Pettit masih bisa menikmati aroma kopi segar meskipun berada di luar angkasa. Pettit juga menjawab komentar guyonan warganet yang merasa tidak boleh bermain-main dengan makanan para astronot.

"Di luar angkasa, Anda bisa bermain dengan makanan dan menyebutnya sebagai eksperimen sains." jawab Pettit dengan nada bercanda.

Pettit aktif membagikan pengalaman dan video tentang kehidupannya di ISS di akun X miliknya, termasuk kabar terkini tentang kopi yang dicoba. Pada 22 Maret, ia mengungkapkan mesin espresso di ISS telah dikirim kembali ke bumi, sehingga kini para astronot hanya bisa mengandalkan kopi instan.