Bagikan:

JAKARTA - Mendaki gunung sudah menjadi hal biasa jika menggunakan jasa porter. Namun, belakangan tren di China perempuan menyewa teman untuk mendaki gunung.

Melansir dari CNN, Kamis, 12 Desember 2024, tren tersebut berawal dari seorang perempuan bernama Wendy Chen yang memutuskan untuk menantang diri mendaki Gunung Tai, gunung yang terkenal di bagian timur China.

Namun, kendala sempat dialami Wendy, yakni ia tidak memiliki teman untuk menemaninya mendaki gunung tersebut selama lima jam. Meski demikian, niat Wendy tidak urung dan memilih untuk menyewa teman mendaki.

Teman mendakinya adalah seorang pria yang sudah berpengalaman berkegiatan di luar ruangan. Pendakian disesuaikan oleh teman pendaki dengan kemampuan kebugaran dari Wendy Chen.

Ketika mereka menghadapi angin dingin di puncak, teman pendakian Wendy akan menyewakan jaket tebal. Saat matahari terbit teman mendakinya sudah siap dengan bendera nasional dan perlengkapan lain, sehingga bisa mengambil foto berkesan untuk Wendy.

Untuk menyewa teman mendaki tersebut, Wendy Chen membayar 350 yuan atau sekitar Rp767 ribu. Meskipun membayar dengan harga wajar, Wendy Chen mengaku bahwa teman mendaki yang lebih tampan bisa mendapat bayaran yang lebih tinggi.

“Daya tarik juga merupakan bagian dari kekuatan mereka,” kata Wendy Chen.

Kemudian tren mendaki gunung dengan teman sewa ini semakin populer di China tahun ini. Tagar “teman pendaki” telah dilihat lebih dari 100 juta kali di media sosial China.

Individu muda yang atletis, seringkali mahasiswa atau bahkan veteran militer mengiklankan diri di platform media sosial China seperti Douyin untuk menemani mendaki. Mereka biasanya menyertakan profil berupa informasi tinggi badan, tingkat kebugaran, dan pengalaman mendaki mereka.

Mereka biasanya mengenakan biaya antara 200 hingga 600 yuan, atau setara Rp438 ribu hingga Rp1,3 juta sekali perjalanan, tetapi bisa bertambah sesuai kepuasan klien. Selama mendaki, teman pendaki akan melakukan banyak hal untuk mengalihkan klien dari rasa lelah, seperti bernyanyi, bermain musik, membuat lelucon, hingga memegang tangan mereka.