Akses Permodalan Masih Jadi Kendala bagi Sebagian Besar Pengembangan UMKM Sulsel
Ilustrasi UMKM sektor perikanan yang mendapatkan bantuan modal usaha pada masa pandemi COVID-19. (ANTARA)

Bagikan:

MAKASSAR - Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan Malik Faisal menjelaskan, akses permodalan dari pihak perbankan masih menjadi kendala bagi sebagian besar pengembangan UMKM.

"Beberapa kendala yang dihadapi UKM/UMKM yaitu masih kurangnya modal untuk mengembangkan usahanya, sulitnya produk UKM bersaing karena masih rendah kualitas produk, dan harganya yang tinggi," kata Malik di Makassar, Kamis 30 September, menanggapi kondisi UMKM pada masa pandemi COVID-19.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, lanjut dia, peranan lembaga jasa keuangan, baik perbankan maupun lembaga jasa keuangan lainnya masih harus dioptimalkan untuk ikut mendorong sektor ekonomi ril, dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Salah satu upaya dilakukan dengan penyaluran Kredit Usaha rakyat (KUR).

Sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melansir bahwa pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang tinggi idealnya dapat lebih terarah ke sektor produktif.

Termasuk penyaluran kredit itu ke sektor-sektor ekonomi strategis yang mempunyai korelasi tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Lebih membutuhkan modal usaha

Karena itu, besar harapan untuk mendukung UMKM dengan menyalurkan modal usaha daripada penyaluran kredit konsumsi di lapangan.

Jumlah UMKM yang masih dapat melakukan aktivitas di tengah pandemi COVID-19 dan mendapatkan akses permodalan sedikitnya terdata sejumlah 6.181 UMKM. Jumlah tersebut di antaranya 613 UMKM nelayan tangkap.

Hal tersebut diakui salah satu pelaku UMKM di Kabupaten Maros, Hj Rosmawati yang mengembangkan ternak ayam potong.

Cukup banyak keuntungan yang diperoleh sebelum pandemi COVID-19, namun saat pandemi usahanya mulai terseok-seok. Karena itu, dengan adanya bantuan modal usaha dari pemerintah maupun perbankan, perlahan-lahan usahanya diharapkan dapat bangkit kembali.

Ikuti info dan berita lainnya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!