JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengatakan tarif timbal balik yang akan diumumkannya pekan ini akan mencakup semua negara, bukan hanya kelompok kecil yang terdiri dari 10 hingga 15 negara dengan ketidakseimbangan perdagangan terbesar.
Trump berjanji untuk mengungkap rencana tarif besar-besaran pada Rabu pekan ini, yang dijulukinya sebagai "Hari Pembebasan."
Presiden AS telah mengenakan tarif pada aluminium, baja, dan mobil, bersama dengan peningkatan tarif pada semua barang dari China.
"Anda akan mulai dengan semua negara," katanya kepada wartawan di Air Force One dilansir Reuters, Senin, 31 Maret.
"Pada dasarnya semua negara yang sedang kita bicarakan,” sambungnya.
Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett baru-baru ini mengatakan kepada Fox Business, fokus tarif pemerintah akan berada pada 10 hingga 15 negara dengan ketidakseimbangan perdagangan terburuk, meskipun ia tidak menyebutkannya.
Trump melihat tarif sebagai cara untuk melindungi ekonomi domestik dari persaingan global yang tidak adil dan sebagai alat tawar-menawar untuk persyaratan yang lebih baik bagi AS. Namun, kekhawatiran tentang perang dagang meresahkan pasar dan menciptakan ketakutan akan resesi di AS.
Trump mengatakan dirinya akan mengenakan serangkaian tarif timbal balik terhadap negara-negara yang mengenakan biaya atas ekspor AS, dan berjanji untuk menyamakan tarif negara-negara tersebut.
BACA JUGA:
Pada Februari, Trump menandatangani memorandum yang mengarahkan pejabat perdagangan AS untuk mendatangi negara demi negara dan menyusun daftar tindakan balasan yang disesuaikan.
Pekan lalu, Trump mengusulkan untuk mengurangi rencana timbal baliknya, mungkin mengenakan tarif dalam beberapa kasus dengan tarif yang lebih rendah daripada yang dikenakan negara kepada Amerika Serikat.