Bagikan:

JAKARTA - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan AS akan menerima pukulan keras jika bertindak atas ancaman Presiden Donald Trump untuk melakukan pengeboman jika Teheran tidak mencapai kesepakatan nuklir baru dengan Washington.

Trump menegaskan kembali ancamannya, Iran akan dibom jika tidak menerima tawarannya untuk berunding yang diuraikan dalam surat yang dikirim kepada pimpinan Iran pada awal Maret. Trump memberi Teheran waktu dua bulan untuk membuat keputusan.

"Permusuhan dari AS dan Israel selalu ada. Mereka mengancam akan menyerang kita, yang menurut kami tidak mungkin terjadi, tetapi jika mereka melakukan kejahatan, mereka pasti akan menerima pukulan balasan yang kuat," kata Khamenei dilansir Reuters, Senin, 31 Maret.

"Dan jika mereka berpikir untuk menyebabkan pemberontakan di dalam negeri seperti tahun-tahun sebelumnya, rakyat Iran sendiri yang akan menghadapinya," sambungnya.

Pemerintah Iran menyalahkan Barat atas kerusuhan baru-baru ini termasuk protes 2022-2023 atas kematian Mahsa Amini dalam tahanan, seorang wanita muda yang ditahan karena diduga melanggar aturan jilbab, dan protes nasional pada tahun 2019 atas kenaikan harga bahan bakar.

Pekan lalu, Iran menanggapi surat AS tersebut dengan Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tidak akan melakukan negosiasi langsung dengan Washington tetapi bersedia untuk melanjutkan pembicaraan secara tidak langsung sesuai dengan perintah dari Khamenei.

Dalam masa jabatan pertamanya 2017-21, Trump menarik AS dari kesepakatan tahun 2015 antara Iran dan negara-negara besar dunia yang memberlakukan batasan ketat pada aktivitas nuklir Teheran yang disengketakan dengan imbalan keringanan sanksi. Trump juga memberlakukan kembali sanksi AS yang luas.

Sejak itu, Iran telah jauh melampaui batasan kesepakatan itu pada pengayaan uranium.

Negara-negara Barat menuduh Iran memiliki agenda rahasia untuk mengembangkan kemampuan senjata nuklir dengan memperkaya uranium ke tingkat kemurnian fisil yang tinggi, di atas apa yang mereka katakan dapat dibenarkan untuk program energi atom sipil. Teheran mengatakan program nuklirnya sepenuhnya untuk tujuan energi sipil.