Bagikan:

JAKARTA - Presiden Taiwan Lai Ching-te bertemu dengan pejabat senior pada Minggu malam untuk membahas kemungkinan dampak tarif AS dan menerima informasi terkini tentang rencana darurat.

Pejabat pemerintahan Trump, termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent, mengatakan sebagian besar fokus tarif timbal balik AS akan diarahkan pada 15 negara yang memiliki surplus perdagangan tertinggi dengan Amerika Serikat.

Bessent menyebut negara-negara tersebut sebagai "Dirty 15" tetapi tidak menyebutkan nama yang dimaksud.

Menurut data Biro Sensus AS, Taiwan adalah salah satu dari 15 negara tersebut, bersama dengan negara-negara seperti Tiongkok dan Korea Selatan ditambah Uni Eropa. Tarif tersebut akan diumumkan pada tanggal 2 April.

Kantor kepresidenan Taiwan mengatakan Lai telah bertemu dengan Perdana Menteri Cho Jung-tai dan anggota lain dari kelompok kerja perdagangan Taiwan-AS di kediaman resmi Lai untuk membahas situasi terkini, penilaian pemerintah, dan persiapan berbagai rencana darurat.

Pejabat tersebut melaporkan berbagai skenario untuk tarif yang akan diberlakukan Amerika Serikat, "mensimulasikan dan memperkirakan kemungkinan dampaknya, dan menyiapkan rencana darurat", kata juru bicara Lai, Karen Kuo, dalam pernyataan dilansir Reuters, Senin, 31 Maret.

Lai meminta Cho dan Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Joseph Wu untuk memberikan respons sebaik mungkin guna memastikan kepentingan Taiwan dan stabilitas ekonomi dan keuangan, serta memberikan dukungan dan bantuan yang kuat kepada industri yang mungkin terpengaruh, imbuh Kuo.

Menanggapi pertanyaan anggota parlemen pada Senin, Wakil Menteri Keuangan Taiwan Frank Juan mengatakan menurutnya peluang industri elektronik akan menghadapi tarif "relatif rendah" mengingat investasi baru pembuat chip TSMC di Amerika Serikat yang diumumkan awal bulan ini.

Taiwan mengalami surplus perdagangan yang besar dengan Amerika Serikat, yang melonjak 83% tahun lalu, dengan ekspor pulau itu ke AS mencapai rekor $111,4 miliar, didorong oleh permintaan untuk produk teknologi tinggi seperti semikonduktor, sektor yang didominasi Taiwan.

Indeks saham acuan Taiwan (.TWII), turun lebih dari 3% pada Senin pagi karena kekhawatiran tentang tarif yang akan datang.

Trump mengatakan pada Minggu, tarif timbal balik yang akan diumumkannya minggu ini akan mencakup semua negara, bukan hanya kelompok kecil yang terdiri dari 10 hingga 15 negara dengan ketidakseimbangan perdagangan terbesar.