JAKARTA - Moskow dan Washington memulai pembicaraan mengenai logam tanah jarang bersama dan proyek-proyek lain di Rusia.
"Logam tanah jarang merupakan area penting untuk kerja sama, dan, tentu saja, kami telah memulai diskusi mengenai berbagai logam tanah jarang dan proyek-proyek (lainnya) di Rusia,” kata Utusan Khusus Rusia untuk kerja sama ekonomi dan investasi internasional Kirill Dmitriev yang CEO Dana Investasi Langsung Rusia kepada Izvestia dilansir Reuters, Senin, 31 Maret.
Putin—menyusul negosiasi antara AS dan Ukraina terkait rancangan kesepakatan mineral—telah menawarkan AS, berdasarkan kesepakatan ekonomi masa depan, untuk bersama-sama mengeksplorasi endapan logam tanah jarang Rusia.
Dmitriev, bagian dari tim negosiasi Rusia dalam pembicaraan dengan pejabat AS di Arab Saudi pada Februari, mengatakan beberapa perusahaan menunjukkan minat dalam proyek tersebut.
Tapi dia tidak menyebutkan nama perusahaan mana pun dan tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut.
BACA JUGA:
Izvestia melaporkan kerja sama tersebut dapat dibahas lebih lanjut pada putaran pembicaraan Rusia-AS berikutnya yang mungkin berlangsung pada pertengahan April di Arab Saudi.
Tanah jarang dan logam penting lainnya, yang penting bagi industri teknologi tinggi, telah mendapatkan perhatian global dalam beberapa bulan terakhir karena Presiden AS Donald Trump memacu upaya untuk melawan dominasi China di sektor tersebut.