Gubernur Sulawesi Selatan Imbau Masyarakat Kurangi Kerumunan untuk Cegah Lonjakan Kasus
Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.ANTARA

Bagikan:

MAKASSAR - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan mengurangi mobilitas dalam rangka mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di daerah itu.

Andi Sudirman Sulaiman di Makassar, Kamis, menjelaskan jumlah kasus konfirmasi COVID-19 harian fluktuatif menjadi pengingat dan peringatan bahwa COVID-19 masih ada di sekitar kita.

"Kepada seluruh masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan, untuk mengurangi mobilitas dan kerumunan, tetap mengikuti protokol kesehatan, pentingnya 5M," katanya.

"Wujudkan kewaspadaan itu dalam tindakan nyata. Kita tidak ingin lonjakan kasus kembali terjadi," lanjutnya.

Kurangi aktivitas di tengah kerumunan

Bahkan dirinya pun kini telah mengurangi aktivitas yang berpotensi membuat kerumunan. Serta akan menerapkan pertemuan secara virtual.

"Melihat kondisi saat ini, kita berencana mengurangi aktivitas jika tidak mendesak. Jadi sementara pertemuan seperti (terima) audiensi akan dilakukan secara virtual," katanya.

Ia pun meminta masyarakat untuk melakukan vaksinasi, sebagai upaya dalam membentuk herd immunity (kekebalan kelompok).

"Vaksin adalah ikhtiar kita dalam meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus menghindari kondisi 'fatality' ketika terpapar Covid-19. Mari masyarakatku yang tercinta, untuk memastikan diri telah melakukan vaksinasi," pintanya.

"Jaga kesehatan, imun di tengah kondisi pandemi ini. Serta untuk senantiasa berdoa, semoga Sulsel tetap dalam lindungan-Nya, Aamiin," jelasnya.

Kasus COVID-19 masih fluktuatif

Plt Kadis Kesehatan Sulsel dr Arman Bausat, mengungkapkan perkembangan kasus COVID-19 masih fluktuasi, kadang terjadi kenaikan dan melandai.

"Dalam sepekan ini jumlah kasus yang ada fluktuatif," katanya.

Apalagi adanya varian baru Omicron yang sudah masuk ke Indonesia. Bahkan penyebarannya lebih cepat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas di luar rumah, sebagai upaya untuk mencegah penularan Omicron. Jokowi juga menyarankan masyarakat bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Ikuti info dan berita lainnya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!